RumpiKota.Com- Pemuda Muslimin Indonesia Wilayah DKI Jakarta resmi meluncurkan koperasi syariah sebagai langkah nyata generasi muda membangun ekonomi berbasis kolektivitas dan nilai-nilai Islam. Acara peluncuran ini digelar di Jakarta dan diisi diskusi bertema “Koperasi dan Pemuda dalam Ekosistem Ekonomi Digital dan Syariah.”
Asisten Deputi Literasi dan Penyuluhan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Edy Haryana, membuka acara sekaligus menekankan pentingnya kejujuran dalam pengelolaan koperasi.
“Kalau kita bersatu pasti kuat, tapi SDM-nya harus jujur. Jujur nomor satu, tidak bisa ditawar. Sistem apapun kalau tidak jujur, pasti bangkrut,” tegas Edy di lokasi, Sabtu (31/8/2025).
Edy juga mendorong pemuda untuk aktif dan mengambil alih peran strategis dalam sistem ekonomi melalui koperasi. Ia menyebut koperasi syariah sebagai model bisnis yang tidak hanya untung secara ekonomi, tapi juga bermoral dan sosial.
Perwakilan Kesbangpol DKI Jakarta, Eliazer, menilai kehadiran koperasi Pemuda Muslimin sangat relevan dengan situasi saat ini, di mana masyarakat dihadapkan pada tantangan ekonomi dan ancaman digitalisasi.
“Forum ini sangat berharga. Saya apresiasi kegiatan Pemuda Muslimin agar bisa bantu pemerintah daerah, terutama masyarakat, melalui koperasi,” ucapnya.
Eliazer juga mengingatkan pentingnya memperkuat karakter dan filter internal generasi muda untuk menghadapi ketimpangan di era digital.
Ketua Koperasi Karya Sejahtera Tenaga Kerja Bongkar Muat (KSTKBM), Asep Slamet, turut hadir sebagai pembicara. Ia menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan koperasi pelabuhan agar tetap menjadi sokoguru ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
“Pengelolaan koperasi pelabuhan kami juga mengacu pada prinsip pengupahan Islam. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga spiritual,” kata Asep.
Sementara itu, Muhammad Ilham Afdol dari LP3ES memberikan pandangan kritis soal masa depan koperasi di era digital. Ia mengingatkan soal ancaman teknofeodalisme, di mana manusia tergeser dari sistem produksi karena dominasi teknologi.
“Koperasi jangan hanya jadi penyewa digital. Pemuda harus dorong transformasi koperasi digital yang adil dan partisipatif,” tegas Ilham.
Peluncuran koperasi ini menandai awal gerakan ekonomi kolektif Pemuda Muslimin Jakarta. Para narasumber sepakat bahwa koperasi syariah bisa menjadi alternatif sistem ekonomi yang adil dan manusiawi di tengah ketidakpastian global.
“Pemuda jangan cuma jadi agen perubahan, tapi harus jadi pemilik masa depan ekonomi,” pungkas Edy.
Pemuda Muslimin Jakarta Luncurkan Koperasi Syariah, Kemenkop: Pemuda Harus Jadi Pemilik Ekonomi!

Pemuda Muslimin Indonesia Wilayah DKI Jakarta resmi meluncurkan koperasi syariah dalam sebuah acara bertajuk “Koperasi dan Pemuda dalam Ekosistem Ekonomi Digital dan Syariah” yang digelar di Jakarta, Sabtu (31/8/2025). (foto: ist).