Apa Tujuan Negara Yang Sebenarnya ?

Sebelum kita bepergian keluar dari rumah, tentu terlebih dahulu kita perlu sudah mengetahui destinasi kita (akan ke mana tujuan kita bepergian), supaya kita tidak bepergian tanpa arah. Demikian juga dengan sebuah negara perlu mengetahui tujuannya, supaya punya kejelasan haluan bagi seluruh elemen di dalam negara tersebut untuk bergerak mencapai tujuannya.

Selama ini, banyak negara yang mengejar kemajuan (menjadi lebih modern, lebih kaya, lebih kuat, lebih prestisius/gagah), tapi apakah benar bahwa kemajuan merupakan tujuan yang sebenarnya dari sebuah negara ?

Jawabannya tidak, kemajuan bukan tujuan yang sebenarnya dari sebuah negara, tapi tujuan yang sebenarnya dari sebuah negara adalah keselamatan, dan keselamatan yang dimaksud di sini mencakup 3 asas, yaitu : berkecukupan – berkelanjutan – berkeadilan. Adapun kemajuan boleh dijalankan tapi wajib berada di dalam kerangka/koridor keselamatan.

Jadi, tujuan negara yang sebenarnya adalah keselamatan (berkecukupan – berkelanjutan – berkeadilan), yang meliputi 5 poin implementasi :

  1. Cukup kebutuhan dasar (HAM) (pangan, kesehatan, pendidikan, papan/rumah, berkeluarga, berekonomi).
  2. Lestari alam.
  3. Lestari manusia (etnis, populasi).
  4. Lestari budaya.
  5. Tegakkan moral, karena moral merupakan fondasi untuk membangun peradaban yang baik (manusia yang memiliki niat-pikiran-perbuatan yang baik).

Jadi sebenarnya, tujuan kita dalam bernegara itu tidak jauh tapi dekat, di mana cukup kita penuhi 5 poin implementasi tersebut, maka tujuan negara yang sebenarnya sudah tercapai.

Setelah mengetahui kebenaran ini, maka kita perlu berhenti & melakukan refleksi atas perjalanan negara kita selama ini, apakah negara kita sudah berjalan di tujuan yang benar ataukah salah ? Kalau ternyata negara kita berjalan di tujuan yang salah selama ini, maka kita perlu mengubah paradigma tujuan negara ke tujuan yang benar, yaitu keselamatan (negara yang selamat, bukan negara yang maju).

Jadi, slogan negara Indonesia yang benar adalah “Menuju Indonesia Selamat”, bukan “Menuju Indonesia Maju”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *