Apa Tujuan Pendidikan Yang Sebenarnya ?

Saya tergelitik untuk menulis topik mengenai tujuan pendidikan, karena selama ini mayoritas masyarakat hanya menilai berhasil atau gagalnya pendidikan dari sisi ekonomi saja (apakah setelah menempuh pendidikan, seseorang mampu atau tidak mampu mendapat pekerjaan & mencari uang), padahal pendidikan punya tujuan yang jauh lebih besar daripada sekedar untuk ekonomi saja.

 

Tujuan sejati dari pendidikan adalah untuk mengembangkan kecerdasan (cakrawala/wawasan/kemampuan berpikir) seseorang & memaksimalkan potensi diri sesuai dengan kapasitas dirinya masing-masing. Dengan catatan bahwa kecerdasan (dari hasil pendidikan) butuh dibarengi dengan etika, karena kecerdasan adalah pedang yang bermata 2, bisa dipakai untuk kebaikan & keburukan. Oleh karena itu, kecerdasan tidak boleh berdiri sendiri tapi perlu dibarengi dengan etika, supaya kecerdasan tidak disalahgunakan untuk keburukan, tapi bisa dipertanggungjawabkan untuk kebaikan.

Sehingga kecerdasan (dari hasil pendidikan) bisa menjadi modal/bekal bagi seseorang untuk menghasilkan manfaat bagi :

  1. diri sendiri
    • mampu memandang persoalan secara lebih luas & gambaran yang lebih lengkap.
    • memecahkan masalah-masalah yang ditemui di kehidupan.
    • bertahan hidup.
    • memiliki tangga (dari modal kecerdasan) untuk menggapai cita-cita.
  2. orang lain
    • berkontribusi untuk menolong orang lain (dengan catatan : butuh jiwa sosial / non-individualistik).
  3. masyarakat
    • memaksimalkan potensi yang ada pada suatu masyarakat, sehingga bisa memaksimalkan pengembangan/kemajuan peradaban pada suatu masyarakat.
    • berkontribusi untuk memberi (menjaga-menciptakan-meningkatkan) perbaikan di masyarakat (dengan catatan : butuh jiwa sosial / non-individualistik).

Kecerdasan (dari hasil pendidikan) tidak boleh dipakai untuk :

  1. Meninggikan status seseorang.
  2. Diperdagangkan (menukar/menggadaikan ilmu dengan materialistik demi keuntungan pribadi & mengabaikan kepentingan masyarakat), apalagi untuk hal-hal yang menyangkut kebutuhan dasar manusia.

 

Di atas sudah disebutkan banyak poin-poin dari tujuan pendidikan, dan kalau ada 1 poin saja terpenuhi, maka sesungguhnya tujuan pendidikan sudah berhasil tercapai. Jadi adalah keliru kalau kita hanya melihat berhasil atau gagalnya pendidikan hanya dari sisi ekonomi, tapi perlu melihat dari sisi lain, yaitu manfaat yang dihasilkan bagi diri sendiri, bagi sesama, & bagi masyarakat.

Seseorang yang terdidik boleh gagal dalam ekonomi, tapi kalau dia memiliki cakrawala berpikir yang luas, mampu menjaga dirinya dalam batasan moral/etika (sehingga menghindari dari merugikan orang lain), mampu memanfaatkan ilmunya untuk hal-hal yang positif (memberi manfaat kepada sesama & masyarakat), mampu memanfaatkan ilmunya untuk bertahan hidup & memecahkan masalah-masalah di kehidupannya, maka sesungguhnya pendidikan itu tidak sia-sia dia terima, tapi pendidikan yang dia terima menjadi cahaya pada dirinya untuk digunakan pada tujuan yang mulia bagi diri sendiri, bagi sesama, & bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *