Ekonomi Merupakan HAM

Selama ini, kita jarang mendengar ada pihak yang mengatakan bahwa ekonomi adalah soal HAM, tapi kebanyakan hanya mendengar bahwa ekonomi adalah soal profit (nilai uang), kekayaan, angka-angka di administrasi akuntasi, status/prestasi pertumbuhan ekonomi negara. Padahal dalam realitasnya, ekonomi merupakan HAM, karena dari ekonomi itulah manusia mencari nafkah demi menyambung nyawa & memenuhi semua kebutuhan-kebutuhan di dalam hidupnya.

Ekonomi sama dengan nyawa manusia (hak untuk memperoleh kebutuhan dasar) & juga martabat manusia (hak untuk memperoleh kebutuhan tambahan yang diinginkan), sehingga ekonomi merupakan HAM karena itu menyangkut nyawa manusia & hak asasi yang paling mendasar pada diri manusia.

Konsekuensi dari “ekonomi merupakan HAM” adalah ekonomi memiliki 3 syarat yang wajib dipenuhi supaya memenuhi asas HAM di ekonomi, yaitu :

  1. Menjaga ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat.
  2. Melindungi pihak lemah supaya bisa terakomodasi di ekonomi.
  3. Memeratakan distribusi uang kepada semua pelaku ekonomi.

Kita tidak boleh sembarang membangun sistem ekonomi & menerapkan inovasi ekonomi, karena semua sistem ekonomi & inovasi ekonomi wajib memenuhi 3 syarat HAM demi terpenuhinya kebaikan pada kehidupan umat manusia & menjaga stabilitas sosial di masyarakat.

Sudahkah paradigma ekonomi selama ini dibangun di atas fondasi HAM (memenuhi 3 syarat HAM) ? Kalau belum, maka mari kita mengoreksi paradigma ekonomi yang salah selama ini, dengan meletakkan HAM sebagai pusat dari semesta ekonomi, di mana semua sistem ekonomi & inovasi ekonomi wajib dijalankan dengan menyelaraskan terhadap 3 syarat HAM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *