RumpikotaCom- Ayu Mayangsari inspirasi Kartini dari ujung pulau berlatar belakang pendidikan dari universitas Airlangga Surabaya jurusan Sosiologi.. Mengawali karier bekerja HR Division selama lebih dari 7 tahun. Pengalaman bertemu dengan banyak orang. Berbagai latar belakang kehidupan baik di dalam kantor maupun dengan klien Perusahaan. Sosok wanita yang ramah dan murah senyum ketika saya bertemu pertama kali. Acara gathering komunitas dunia seni dan kreatif yaitu Indonesia Fashion Chamber (IFC) sektor Surabaya dan Kusemai. Kami berkenalan dan sempat ngobrol sebelum acara berlangsung. “Saya anggota komunitas IFC Jakarta meskipun suami bekerja di Jakarta tetapi saya kelahiran Surabaya dan kesempatan even gathering ini(12 April 2026) tidak saya lewatkan. Keinginan untuk mengenal dan menjalin relasi lebih luas lagi”, ungkap Ayu.

Ayu menginjakkan kaki di tanah Papua
Setelah mengikuti suaminya yang bertugas di sana. Berawal dari melihat kondisi ibu-ibu di Papua yang berjuang seorang diri untuk menghidupi anaknya dengan berjualan sesaat setelah berbincang-bincang. Beliau memberanikan diri untuk membuka toko yang pertama kali meski bukan berlatarbelakang kehidupan yang bukan dari keluarga pedagang/ penjual. Ia yakin bahwa bisa memberdayakan ekonomi warga masyarakat sekitar tempat tinggalnya.
Toko awal di Papua yaitu menjual aneka snack/ makanan ringan (aneka kripik), kerajinan tangan, busana khas Papua. 7 tahun di Papua beliau bisa memberdayakan UMKM disana dengan memdistribusikan produk khas kerajinan tangan berupa kerajinan tas Noken,tas berbahan bambu, anyaman hiasan dinding, tekstil berupa kain batik motif Cendrawasih yang sempat kenakan menjadi pakaian saat pameran UMKM di Uzbekistan. Selama berada di Papua menjadi binaan dari Rumah BUMN-Bank BRI.
Kini, di bawah bendera *PT MJEthnic Craft Indonesia* yang diresmikan pada 2022, eksistensi Ayu semakin mengakar. Keinginan untuk membantu memberdayakan produsen kecil (UMKM) Papua dengan produk yang berkualitas. Beliau membuka jalur distribusi dengan membuka sejumlah toko yang tersebar di 6 outlet yaitu:
- Papua (Merauke-Jayapura)
- Bali (Ubud)
- Jawa Timur (Sidoarjo- Surabaya)
Portofolio pamerannya mencerminkan ambisi yang melintasi batas negara. Ayu tercatat pernah membawa produk UMKM Indonesia ke kancah Business Matching di Uzbekistan, Indonesian Modest Fashion Week di Melbourne, hingga Asean Summit di Nusa Dua. Salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan kariernya adalah saat ia berkesempatan bertemu langsung dengan Menteri Uzbekistan. keyakinan sejak awal untuk mempromosikan kekayaan budaya Nusantara.

Namun, bagi Ayu, keberhasilan tidak diukur dari megahnya panggung pameran di Sydney atau New York semata. Sifat humanisnya tetap menjadi prioritas utama. Hal ini tercermin di gerainya yang berlokasi di Waru, Sidoarjo. Ia mempekerjakan ibu rumah tangga korban PHK pabrik. “Saya ingin memberikan kesempatan bagi mereka yang sempat kehilangan harapan untuk kembali berdaya,” ungkap Mbak Ayu dengan tatapan yang penuh dedikasi saat ditemui di sebuah acara gathering komunitas kreatif di Surabaya.

Jadi Visi sosial ini pun ia formalkan melalui kebijakan perusahaan untuk menyisihkan 2,5% dari total penjualan bagi kaum dhuafa di Papua. Tak berhenti di situ, Ayu kini tengah menggarap proyek ambisius di Jawa Timur. Pembangunan rumah singgah bagi anak-anak usia sekolah yang menjadi korban broken home. Di tempat ini, mereka akan dibekali keterampilan kerajinan tangan oleh pengajar berpengalaman. hasil karya mereka nantinya akan dipasarkan langsung melalui jaringan gerai MJ Gift Shop. Ayu membuktikan bahwa bisnis terbaik adalah bisnis yang mampu memanusiakan manusia. Turut memberikan dampak nyata bagi generasi muda bangsa.
Visi Sosial Ayu Mayangsari














