Rumpikotacom, BEKASI – Tradisi merayakan Lebaran di rumah perlahan mengalami pergeseran, khususnya di wilayah Bekasi. Dalam beberapa hari terakhir, pusat perbelanjaan justru menjadi titik kumpul baru bagi warga untuk bersilaturahmi sekaligus berlibur bersama keluarga.
Pantauan di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (22/3/2026) malam, sejumlah mal dipadati pengunjung sejak sore hingga malam hari. Kepadatan terlihat di area parkir, pintu masuk, hingga tenant kuliner yang dipenuhi antrean panjang.
Fenomena ini mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat urban, di mana mal tidak lagi sekadar tempat belanja, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang sosial dan rekreasi keluarga saat momentum Lebaran.
Sejumlah pengunjung datang bersama keluarga besar, memanfaatkan fasilitas yang tersedia mulai dari restoran, wahana bermain anak, hingga bioskop. Suasana tersebut menghadirkan alternatif baru dalam merayakan hari raya di luar rumah.
“Sekarang lebih praktis ketemu keluarga di mal. Bisa makan bareng, jalan-jalan, anak-anak juga ada hiburannya,” kata Rani (34), salah satu pengunjung asal Cikarang saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, berkumpul di mal memberikan pengalaman berbeda dibandingkan hanya berkegiatan di rumah. Selain lebih variatif, suasana ramai juga dinilai menambah semarak Lebaran.
Hal serupa diungkapkan Dedi (40), warga Tambun Selatan. Ia memilih membawa keluarganya ke mal karena ingin menghindari kejenuhan setelah beberapa hari menerima tamu di rumah.
“Biasanya hari pertama dan kedua Lebaran di rumah. Hari ketiga ke sini biar suasananya beda, sekalian ajak anak-anak refreshing,” ujarnya.
Tingginya kunjungan ini juga berdampak pada meningkatnya aktivitas di sektor kuliner. Sejumlah restoran cepat saji dan restoran keluarga terlihat penuh, bahkan sebagian pengunjung harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan tempat duduk.
Selain kuliner, wahana hiburan anak dan bioskop menjadi magnet utama. Banyak keluarga memanfaatkan momen libur panjang untuk menikmati hiburan bersama dalam satu lokasi.
Pengamat sosial perkotaan menilai fenomena ini sebagai bagian dari perubahan pola interaksi masyarakat modern. Mal dianggap mampu mengakomodasi kebutuhan hiburan, konsumsi, dan interaksi sosial sekaligus dalam satu ruang.
Meski demikian, tradisi silaturahmi ke rumah kerabat tetap berlangsung, hanya saja kini dilengkapi dengan pilihan aktivitas lain di ruang publik.
Dengan tren ini, pusat perbelanjaan diperkirakan akan terus menjadi destinasi favorit selama periode libur Lebaran, terutama di kawasan penyangga ibu kota seperti Bekasi yang memiliki mobilitas masyarakat tinggi.




