Rumpikota.com, Bekasi – Pesatnya perkembangan teknologi digital membawa dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam metode pengasuhan dan pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Merespons hal tersebut, dosen dan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Program Studi S1 Manajemen sukses menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Literasi Digital Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Pelatihan Digital Parenting pada Lembaga Kazama.” (1/5/2026).
Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Bina Sarana Informatika. Tim pelaksana yang diketuai oleh Bintang Junita, M.M., bersama anggota dosen Maulana Sani, M.M., Alnogi Aji Wijaya, M.M., dan Ahmad Sabri, M.M., serta dibantu oleh mahasiswa, Kesya Suciani Putri dan Syifa Ida Azdillah, turun langsung memberikan edukasi dan pendampingan kepada para orang tua di Lembaga Kazama.
Bintang Junita menjelaskan bahwa meskipun teknologi memiliki banyak manfaat untuk pembelajaran dan terapi ABK, terdapat risiko seperti kecanduan gawai, paparan konten negatif, hingga cyberbullying jika tidak diawasi dengan baik. “Orang tua adalah benteng utama. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali para orang tua dengan pemahaman literasi digital, cara menggunakan fitur kontrol orang tua (parental control), strategi pengawasan adaptif, serta edukasi etika di dunia maya,” ujarnya.
Maulana Sani menambahkan bahwa “kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kampus terhadap masyarakat, bukti bahwa para Dosen dan mahasiswa tidak hanya sibuk di dalam kampus pada tataran akademik melainkan juga turun langsung sehingga berdampak langsung di masyarakat,” ujarnya.

Acara yang dikemas dalam bentuk workshop interaktif ini tidak hanya berfokus pada pemaparan materi teoritis, tetapi juga sesi praktik. Peserta diajak untuk mengenali fitur-fitur keamanan digital pada perangkat smartphone dan cara memfilter konten yang sesuai dengan usia serta kondisi anak. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang terbangun selama sesi berlangsung.
Pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan luaran yang positif, yaitu meningkatnya keterampilan orang tua dalam mengawasi dan mendampingi aktivitas digital anak sehari-hari. Dengan literasi digital yang memadai, orang tua dapat memaksimalkan potensi teknologi untuk mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus dengan aman, nyaman, dan produktif.











