Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Workshop STEAM Berbasis Inkuiri Tingkatkan Kompetensi Guru PAUD di Gunungguruh

1
×

Workshop STEAM Berbasis Inkuiri Tingkatkan Kompetensi Guru PAUD di Gunungguruh

Share this article
Example 468x60

RUMPIKOTA — Upaya peningkatan kualitas pembelajaran anak usia dini terus dilakukan melalui penguatan kapasitas guru. Salah satunya diwujudkan oleh dosen dan mahasiswa Pascasarjana Universitas Panca Sakti Bekasi Program Studi Magister PAUD melalui kegiatan Workshop Implementasi Pembelajaran STEAM dengan Pendekatan Inkuiri yang dilaksanakan pada Sabtu (2/5/2026) di Aula Kantor Desa Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan guru PAUD dari wilayah Kecamatan Gunungguruh dan sekitarnya. Workshop dirancang sebagai ruang penguatan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir anak sejak usia dini.

Pendekatan yang diusung mengintegrasikan konsep STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) dengan metode inkuiri. Melalui pendekatan ini, guru didorong untuk memfasilitasi anak dalam proses belajar aktif, seperti mengamati, bertanya, mencoba, hingga menarik kesimpulan dari pengalaman belajar yang mereka alami secara langsung.

Pembimbing kegiatan, Dr. Nita Priyanti, M.Pd., menegaskan bahwa penguatan kompetensi guru PAUD menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi berpikir anak.

“Pendekatan inkuiri dalam STEAM sangat sesuai untuk anak usia dini karena berangkat dari rasa ingin tahu. Tugas guru adalah mengarahkan rasa ingin tahu tersebut menjadi pengalaman belajar yang terstruktur dan bermakna,” jelasnya.

Workshop ini menghadirkan enam narasumber dengan latar belakang keilmuan yang beragam, yaitu Dr. Efrini, M.Ed., Wyanita Setya Husnaeni, S.Si., S.Pd., Dwi Adji Dilliani, S.S., Sekar Pinilih, S.E., Dewi Murti Yuliati, S.Pd., serta Nunuk Eny Kisworo, S.Sos.I. Para narasumber tidak hanya menyampaikan konsep, tetapi juga memberikan contoh praktik implementasi pembelajaran STEAM berbasis inkuiri yang dapat langsung diterapkan di kelas PAUD.

Dalam sesi pemaparan, ditekankan bahwa pembelajaran STEAM tidak harus menggunakan alat yang kompleks. Guru dapat memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan anak sehari-hari.

Bunda PAUD Kecamatan Gunungguruh, Eva Puspitasari Kusyana, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya. Ia menilai kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas guru PAUD di wilayahnya.

“Peningkatan kompetensi guru menjadi kunci dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas. Pendekatan seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan sesi praktik. Para guru menunjukkan ketertarikan dalam mengadaptasi pendekatan STEAM berbasis inkuiri ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas masing-masing.

Salah satu peserta, Lina Sri Herlina, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru tentang implementasi STEAM yang lebih sederhana dan aplikatif.

“Saya jadi lebih memahami bahwa STEAM tidak harus rumit. Yang penting adalah bagaimana guru membangun proses eksplorasi anak,” katanya.

Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai pihak, di antaranya PT Badiuzzaman Citra Amani, MS Glow, Zachefa Coffee, Teknolab Solusindo, Surya Group, Nazeer Shop, Kopi Politik dan Percetakan Purbasari.

Melalui workshop ini, diharapkan para guru PAUD mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir anak sejak dini.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *