“Pertobatan Untuk Merawat Bumi Kita Bersama”
RumpiKota.Com – Sejalan dengan tema besar Arah Dasar 2026 Keutuhan Alam Ciptaan, Keuskupan Agung Jakarta
menjalankan Aksi Puasa Pembangunan (APP) PASKAH 2026 — suatu rangkaian kegiatan selama
masa Prapaskah (40 hari sebelum Paskah) yang menggabungkan olah rohani (doa, pantang, puasa)
dengan aksi nyata — dengan mengusung tema Pertobatan Untuk Merawat Bumi Kita Bersama.
Mengejawantahkan tema APP Paskah 2026 ini, Katedral Jakarta Paroki Santa Maria Diangkat Ke
Surga mengajak umat melakukan pertobatan ekologis sebagai wujud iman yang nyata, sesuai
ajakan Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si.
Hal ini diujudkan dalam kegiatan dan persiapan dekorasi menyambut Paskah 2026 dengan
melakukan penanaman 16 pohon palem regu di Plaza Kristus Raja, melambangkan Gereja Katedral
Jakarta dan 15 wilayah yang ada dalam Paroki Santa Maria Diangkat Ke Surga melakukan tindakan
nyata di lingkungan gereja. Area ini juga dihiasi dengan grafis yang mengambil inspirasi dari lukisan

Oliver Wihardja, A Greener Tomorrow in His Grace, yang bertemakan lingkungan hidup yang perlu
dijaga sebagai anugerah Rahmat dari Tuhan. Oliver Wihardja adalah pelukis muda berbakat
berkebutuhan khusus yang aktif berpameran di dalam negeri dan mancanegara.
Lukisan ini dihibahkan kepada Katedral Jakarta, menggambarkan seorang bapak menuntun
anaknya menanam pohon di sekitar alam yang asri untuk menjadi inspirasi dalam merawat bumi
rumah kita bersama.
Dekorasi menggambarkan 4 peristiwa penting dalam rangkaian perayaan Paskah dalam Pekan Suci
yang diwujudkan dalam Siluet Wayang Paskah 2026 – Katedral Jakarta di area Plaza Maria.
Kedatangan Tuhan Yesus di Kota Yerusalem sebagai bagian peringatan Minggu Palma, Ritual
pencucian kaki para rasul oleh Yesus sebagai bagian dari peringatan Kamis Putih, Yesus disalib di
bukit Golgota pada peristiwa Jum’at Agung, dan Kebangkitan Tuhan Yesus sebagai peringatan
Minggu Paskah, semuanya tergambarkan dengan konsep wayang yang dimodernisasi dengan
bahan besi metal, simbol dari peleburan tradisi Paskah, budaya Nusantara dan kondisi kekinian.
Filosofi wayang atau bayang itu sendiri secara dalam menggambarkan kesederhanaan, refleksi
kehidupan sekaligus pembawa terang dalam hidup manusia. Hiasan background terinspirasi dari
lukisan Oliver Wihardja, merah dan kuning merepresentasikan warna liturgi sesuai dengan tradisi
Katolik sesuai dengan masing-masing peristiwa. Warna liturgi merah melambangkan api dan darah,
yang bermakna Roh Kudus, pengorbanan Kristus, dan kemartiran, sedangkan warna liturgi kuning
(seringkali emas atau putih) melambangkan sukacita, kemenangan, kemuliaan, dan kemurnian.
Lambang cahaya ilahi, kebangkitan, dan sukacita tertinggi atas keselamatan yang diberikan Kristus.
Grafis ini juga memakai teknik alur berbaris seperti batik Nitik dari Yogyakarta.
Mengenang kisah sengsara dan kebangkitan Mulia Tuhan Yesus, dekorasi berupa Salib dibuat di
Plaza Terowongan Silaturahim, dan kubur terbuka di Grha Pemuda Katedral Jakarta. Semuanya ini
dipersiapkan agar umat makin mendalami misteri suci pengorbanan Yesus di salib hingga bangkit
mulia. Obor-obor di sepanjang Lorong Garuda Pancasila melambangkan terang menuju jalan baru
sesudah kebangkitan.
Dekorasi yang dibuat dengan sentuhan budaya nusantara dalam perayaan Paskah 2026 ini,
berdampingan dengan nilai-nilai kristiani dan tradisi Gereja Katolik, serta kondisi kekinian seusai
tantangan jaman, demi lestarinya tradisi agama Katolik, budaya Nusantara dan masa depan gereja.




