Komisi VII DPR RI Soroti Penguatan Ekosistem Pariwisata Tangerang, Dorong Sinergi Lintas Sektor

RumpiKota.Com –Komisi VII DPR RI menyoroti pentingnya penguatan ekosistem pariwisata dalam kunjungan spesifik ke Kota Tangerang, (14/4/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap kesiapan daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi.

Ketua Tim Kunjungan Komisi VII DPR RI, Siti, menyatakan bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus dibangun melalui pendekatan ekosistem yang terintegrasi.

“Komisi 7 melaksanakan kunjungan spesifik ke Kota Tangerang kaitannya dengan melakukan pengawasan sejauh mana Kota Tangerang hari ini menyiapkan dan juga sudah melaksanakan konsep kepariwisataan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kota Tangerang memiliki posisi strategis sebagai wilayah penyangga ibu kota yang berpotensi menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata.

Pendekatan Ekosistem Jadi Kunci

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII menekankan bahwa sektor pariwisata harus dikembangkan melalui sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha dan masyarakat.

Menurut Siti, pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan sektor lain seperti UMKM, ekonomi kreatif, hingga kebudayaan.

“Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, tidak lepas dari UMKM, kreativitas anak muda, dan kebudayaan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penguatan ekosistem menjadi faktor kunci agar pariwisata mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Pariwisata religi atau kuliner atau apapun itu menjadi bagian kekuatan ekonomi,” tambahnya.

Potensi Tangerang: Strategis dan Beragam

Kota Tangerang dinilai memiliki keunggulan geografis dan demografis yang mendukung pengembangan sektor pariwisata. Selain kedekatan dengan ibu kota, mobilitas masyarakat yang tinggi menjadi peluang untuk mengembangkan berbagai jenis destinasi.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyebut bahwa daerahnya memiliki beragam potensi wisata, termasuk wisata air, meskipun tidak memiliki wilayah laut.

“Kota Tangerang tidak punya laut, tapi punya banyak potensi wisata air,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa berbagai kegiatan yang digelar di kota tersebut mampu menarik kunjungan dari luar daerah.

“Setiap kegiatan tertentu banyak yang datang dari luar daerah,” katanya.

Dari Wisata Religi hingga Ruang Publik

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII meninjau sejumlah titik yang mencerminkan potensi pariwisata berbasis aktivitas masyarakat, di antaranya Masjid Raya Al Azhom dan kawasan Sungai Cisadane.

Masjid Raya Al Azhom berkembang tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan kegiatan keagamaan yang menarik ribuan pengunjung, khususnya pada akhir pekan.

Sementara itu, kawasan Sungai Cisadane menjadi contoh ruang publik yang tumbuh secara organik sebagai destinasi wisata lokal. Aktivitas masyarakat seperti rekreasi, kuliner, dan event menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

Salah satu warga, Puspa, mengungkapkan bahwa kawasan sungai menjadi ramai saat ada kegiatan.

“Kalau lagi ada acara ramai banget,” ujarnya.

Warga lainnya, Della, berharap adanya peningkatan fasilitas agar kawasan tersebut semakin nyaman bagi pengunjung.

Tantangan: Koordinasi dan Keberlanjutan

Meski memiliki potensi besar, Komisi VII menilai masih terdapat tantangan dalam pengembangan pariwisata di daerah, terutama dalam hal koordinasi lintas sektor dan keberlanjutan program.

Siti menekankan bahwa penataan kawasan, termasuk Sungai Cisadane, membutuhkan kolaborasi antar kementerian dan lembaga, serta tidak bisa dilakukan secara sektoral.

“Ketika penataan Sungai Cisadane dilakukan, tetap harus terkoordinasi dengan kementerian lain, karena tidak bisa dilakukan sendiri. Sehingga koordinasi dan komunikasi menjadi kunci,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya mengurangi ketergantungan pada event musiman, dan mendorong terciptanya aktivitas wisata yang berkelanjutan.

Arah Kebijakan: Pariwisata untuk Ekonomi Rakyat

Komisi VII DPR RI menegaskan bahwa pengembangan pariwisata harus diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pendekatan berbasis ekosistem diharapkan mampu membuka peluang bagi pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata.

“Kepariwisataan ini adalah bagian dari penumbuh kembangan ekonomi yang manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat,” ujar Siti.

Dengan dukungan sinergi lintas sektor, penguatan infrastruktur, serta partisipasi aktif masyarakat, Kota Tangerang diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pariwisatanya sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *