Scroll untuk baca artikel
Opini

Konsep Sinkretisme sebagai Jalan Tengah antara Sekularisme dan Agama

blank
41
×

Konsep Sinkretisme sebagai Jalan Tengah antara Sekularisme dan Agama

Sebarkan artikel ini
blank

RumpikotaCom – Konsep yang ideal mengenai hubungan antara negara & agama menjadi sangat penting khususnya bagi umat Islam yang ingin menerapkan Syariat Islam ke masyarakat, namun selalu berbenturan dengan kaum sekuler yang ingin memisahkan antara negara & agama, sehingga benturan ini menimbulkan konflik yang terjadi di mana-mana & menimbulkan trauma Islamphobia di masyarakat.

Ada jalan tengah untuk mengakomodasi kebutuhan umat Islam yang ingin menerapkan Syariat Islam & kaum sekuler yang ingin memisahkan antara negara & agama, dan jalan tengah ini adalah Sinkretisme (bisa dilihat pada poin ke-3 di gambar).

Pada konsep Sinkretisme, negara secara fisik/harafiah bersifat sekuler namun secara batiniah bisa menjiwai/menghidupi nilai-nilai agama (baik nilai-nilai agama yang bersifat khusus (di ranah privat) maupun nilai-nilai agama yang bersifat universal (di ranah publik)) melalui proses sinkronisasi (sinkronisasi nilai-nilai agama yang bersifat universal). Sehingga sebenarnya, konsep Sinkretisme berasal dari kombinasi antara “sekuler + sinkronisasi (sinkronisasi nilai-nilai agama yang bersifat universal)”.

Konsep sinkretisme ini sebenarnya sudah dijalankan oleh banyak negara-negara di dunia (termasuk oleh negara Indonesia), namun belum pernah ada pihak yang meng-visualisasi-kan secara matematika mengenai model relasi antara negara & agama, sehingga kebanyakan orang tidak mampu menjelaskan secara ilmiah mengenai model relasi yang ideal antara negara & agama, namun hanya menjelaskan secara kabur meski mereka menjalani konsep Sinkretisme tersebut pada kehidupan bernegaranya.

Semoga pengetahuan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *