Rumpikotacom, jakarta— Sejumlah wartawan dilaporkan mengalami intimidasi saat meliput kegiatan musyawarah pembentukan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) di Apartemen The Elements, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (4/4).
Insiden tersebut terjadi setelah kegiatan musyawarah berlangsung, ketika beberapa jurnalis yang berada di lokasi mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah pihak yang mengklaim sebagai penghuni apartemen.
Salah satu jurnalis, Rahman Sugidiyanto, mengatakan situasi mulai memanas ketika rekannya lebih dahulu mendapat intimidasi berupa perekaman tanpa izin oleh sejumlah orang.
“Kami datang atas undangan salah satu penghuni yang menginginkan proses musyawarah berjalan transparan. Sebelumnya juga sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan, namun setelah acara justru terjadi intimidasi,” kata Rahman.
Ia menambahkan, tindakan tersebut memicu ketegangan di lokasi hingga akhirnya terjadi kericuhan kecil.
Sementara itu, jurnalis lainnya, Doni, mengaku kehadirannya dipertanyakan dengan nada tinggi oleh beberapa orang di lokasi. Ia juga menyebut dirinya direkam secara beramai-ramai tanpa persetujuan.
“Mereka mempertanyakan kehadiran saya dengan nada keras dan merekam seperti layaknya kami melakukan kesalahan, padahal kami sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan,” ujarnya.
Rahman menegaskan bahwa kegiatan jurnalistik yang dilakukan wartawan dilindungi oleh undang-undang, serta para jurnalis yang hadir merupakan bagian dari organisasi profesi.
Di sisi lain, proses pembentukan PPPSRS Apartemen The Elements juga menjadi sorotan sejumlah pemilik unit. Mereka menilai pelaksanaan musyawarah belum sepenuhnya berjalan transparan dan partisipatif.
Salah satu pemilik unit yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa sosialisasi kegiatan dinilai minim dan tidak disertai dokumen pendukung yang memadai.
“Informasi hanya disampaikan melalui email satu arah tanpa ruang diskusi, serta tidak dilengkapi dokumen seperti tata tertib musyawarah maupun berita acara pembentukan panitia,” ujarnya.
Selain itu, sejumlah pemilik juga mempertanyakan tahapan pemilihan calon pengurus yang dinilai berlangsung dalam waktu singkat, serta kurangnya keterbukaan dalam proses verifikasi.
Menanggapi hal tersebut, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola apartemen maupun panitia penyelenggara musyawarah terkait dugaan intimidasi terhadap wartawan maupun kritik atas proses pembentukan PPPSRS.
Sejumlah pihak berharap seluruh proses dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku guna menghindari potensi konflik berkepanjangan di lingkungan penghuni.













