RumpiKotaCom, Jakarta– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki potensi besar tidak hanya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak roda ekonomi nasional jika dikelola secara berkelanjutan.
Ketua Umum PC Jakarta Pusat Pemuda Muslimin Indonesia, Amirullah Hijrian, mengatakan program MBG seharusnya tidak semata diposisikan sebagai bantuan sosial, melainkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan efek berganda bagi masyarakat.
“Selain menekan angka stunting, MBG bisa menjadi bentuk pertahanan ekonomi rakyat. Ketika negara membeli bahan pangan seperti beras, sayur, dan telur dari pasar lokal, terjadi perputaran ekonomi yang nyata. Petani, pedagang, dan pelaku usaha kecil mendapatkan kepastian permintaan,” ujar Amirullah Hijrian dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Ia menilai, pelibatan sektor pertanian dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok MBG dapat membuka peluang usaha baru serta menciptakan lapangan kerja lintas sektor dan usia.
Menurut dia, program tersebut juga berpotensi mendorong inovasi di sektor pangan, mulai dari pengolahan hingga distribusi, sehingga memberikan dampak jangka panjang terhadap ketahanan ekonomi nasional.
Namun demikian, Amirullah mengingatkan bahwa implementasi MBG harus dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam pelaksanaan program, baik sebagai pelaku usaha maupun inovator, guna memastikan keberlanjutan program di masa depan.
“Keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari sejauh mana program ini mampu menggerakkan ekonomi rakyat secara berkelanjutan,” katanya.
Amirullah turut mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Melalui MBG, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatian nyata terhadap kebutuhan rakyat. Ini langkah yang patut didukung bersama,” ujarnya.
Ia berharap, program MBG dapat menjadi model kebijakan publik yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Dari dapur ke pasar, kembali ke rakyat,” kata Amirullah.












