Rumpikota.com Indramayu, Kepala SPPG Indramayu Arahan Linggajati 2 Bapak Abdul Koyum mempertanyakan regulasi Badan Gizi Nasional yang sering berubah-ubah. Saat ditemui pada Rabu 10 Juni 2026 Abdul Koyum juga menuturkan bahwa sering merasakan kerepotan ketika bahan baku belum terpenuhi beliau menjabarkan bagaimana para relawan berkeliling toko sembako jam 01.00 WIB, tentu hal tersebut sangat tidak efektif bagi keberlangsungan SPPG Indramayu Arahan Linggajati 2 yang bermitra dengan Yayasan Al-Alif Indramayu.
Abdul Koyum juga menjelaskan bagaimana banyaknya komplain dari para penerima manfaat, misalnya ketika menu telur rendang anak-anak ada yang kesulitan membuka cangkang telur seketika itu juga Gurunya menelpon pihak SPPG untuk tidak membuat menu tersebut dikarenakan merepotkan Guru. Belum lagi ketika buah ada yang tidak layak konsumsi, Relawan SPPG harus mengantarkan buah pengganti walaupun hanya 2 buah saja. Kerepotan yang dialami Relawan SPPG harus menjadi evaluasi kedepan, Ujar Abdul Koyum Kepala SPPG Indramayu Arahan Linggajati 2.
Terkait pemahaman masyarakat tentang anggaran Makan Bergizi Gratis juga menjadi perhatian beliau, dimana masih beredar di masyarakat bahwa satu porsi MBG bernilai Rp 15.000,- sedangkan sebetulnya tidak begitu, dimana ada juga opersional di dalam anggaran tersebut. Tentu edukasi kepada masyarakat juga harus lebih seimbang pukas Abdul Koyum.
Apalagi dengan kepemimpinan Badan Gizi Nasional yang baru harapannya terus ada perbaikan, sehingga kerepotan-kerepotan yang dialami Relawan SPPG bisa diminimalisir.










