Rumpikota.com Indramayu, Sekolah elit bernama Sekolah Juara Wirautama yang berdomisil di Patrol Kabupaten Indramayu sedang dalam sorotan publik. Dimana banyak opini beredar di masyarakat tentang pemerasan tenaga dan fikiran para Guru dan Tenaga Kependidikan namun tanpa kompensasi yang seimbang. Dikutip dari berbagai narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya menuturkan bahwa praktik kejam pemerasan tenaga dan pikiran Guru serta Tenaga Kependidikan sudah sangat lama terjadi, sejak beralih manajemen ke Yayasan Generasi Harapan Umat pada tahun 2018 yang lalu.
Guru-guru senior SMP Wirautama Patrol malah memilih mengajar di sekolah lain, dikarenakan ada aturan tidak boleh mengajar di dua sekolah atau lebih harus fokus di SMP Wirautama Patrol saja. Secara realistis tentu saja tidak bisa menutupi kebutuhan secara layak jika mengandalkan gaji saja di Sekolah Juara Wirautama tersebut.
Lebih lanjut para peserta didikpun merasa dirugikan dengan seringnya jam kosong di kelas-kelas, sehingga semangat belajar yang menggebu-gebu dari rumah seketika luntur ketika kelasnya kosong dari Guru. Tentu kekosongan kelas tersebut banyak mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan kenakalan remaja dikarenakan minimnya pengawasan Guru di kelas.
Jargon “Sholeh, Cerdas dan Mandiri” seperti hanya pepesan kosong, ditengah ketidakmampuan manajemen Yayasan Generasi Harapan Umat dalam mengelola Sekolah Juara Wirautama. Hanya tampil elit secara fisik namun tidak memiliki perbedaan signifikan terhadap perkembangan siswanya juga dikeluhkan wali murid.











