Rumpikotacom- Pelatihan Totebag patchwork universitas Petra Surabaya diselenggarakan pada tanggal 24 Mei 2026 di Perumahan Pasegan Asri Manazella. Pelatihan ini merupakan kegiatan yang dibimbing oleh dosen Perhotelan Andriana dan Andriani (bersaudara) dengan durasi waktu 2 jam mulai pukul 10.00-12.00. Menurut Andriana. “pelatihan ini rutin kami adakan bergantian antara crafting dan kuliner, harapan kami bisa menambah wawasan peserta dan kedepan bisa menjadi referensi untuk berkarya diaplikasikan untuk berbagai media. Media selain tas, juga bisa di taplak meja, korden, maupun hiasan pakaian.Saat ini crafting maka pertemuan selanjutnya adalah kuliner.”
Peserta pelatihan terdiri dari:
- Kakak OMK (organisasi muda katolik) yang berjulah 8 orang (pria dan wanita)
- Ibu- Ibu H3 (lingkungan Hieronimus) yang berjumlah 6 orang
Setiap peserta membayar pengganti bahan senilai Rp 5.000/orang yang dana tersebut akan dimasukkan untuk kas H3 sebagai biaya operasional kegiatan. “Semua peserta boleh membawa hasil karya Totebag masing-masing ke rumah, sebagai kenang-kenangan pelatihan hari ini.” Ucap Andriana lebih lanjut.

Sesi awal memulai dengan penjelasan tahapan pengerjaan yaitu:
- Perkenalan alat terdiri dari gunting (peserta membawa dari rumah),lem tembak, jarum sulam.
- Bahan kain perca yang sudah dipotong bentik melingkar, benang sulam, kancing baju.
- Proses pengerjaan menyulam kain perca menjadi bentuk lingkaran dengan mengambil sisi tepi berjarak 0.5 cm yang dijahit melingkar dan ditarik menjadi bulatan kecil. Kain tersebut kemudian ditempel di totebag dengan cara memakai lem tembak.
- Setiap peserta membuat miminal 3 hiasan patchwork untuk ditempel, tetapi juga boleh lebih banyak sesuai kemampuan

Semua peserta yang sudah selesai mengerjakan bisa berfoto secara pribadi untuk dokumentasi, termasuk saya sendiri. “Mari saya fotokan bu”. Penawaran dari dosen pemateri, Andriani. Tanpa menunggu lama saya langsung berpose dengan memegang totebag karya sendiri. Acara selanjutnya semua peserta memegang hasil karya dan berfoto dengan bantuan salah satu putra ibu Yenny , yaitu Andreas yang ada di lokasi untuk menjemput pulang.
Penutupan acara dengan makan siang bersama yang disediakan oleh penyelenggara pelatihan sebagai wujud kebersamaan antar peserta. Tampak raut wajah peserta yang bahagia mendapat ilmu dan totebag untuk menemani pulang ke rumah masing-masing.











