Scroll untuk baca artikel
Tekno

Mahasiswa Magister Teknik Industri ITATS Kembangkan Model Rantai Pasok PLTS, Lulus Cumlaude dalam Tiga Semester

blank
1
×

Mahasiswa Magister Teknik Industri ITATS Kembangkan Model Rantai Pasok PLTS, Lulus Cumlaude dalam Tiga Semester

Sebarkan artikel ini
blank

JAKARTA – Di tengah percepatan transisi energi nasional menuju pemanfaatan energi baru terbarukan, Mahasiswa Magister Teknik Industri Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), Mardiansyah (NPM 21.2024.2.00496), menghadirkan sebuah inovasi yang berpotensi mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia. Melalui penelitian tesis yang telah diselesaikan, penelitian ini berhasil mengembangkan model rantai pasok PLTS menggunakan pendekatan Vendor Managed Inventory (VMI) dengan perspektif faktor teknologi, kesiapan pasar, dan biaya operasional. Atas capaian tersebut, ia dinyatakan lulus pada ujian tesis yang dilaksanakan Selasa, 28 Juli 2026, sekaligus menyelesaikan studi magisternya dengan predikat Cumlaude hanya dalam waktu tiga semester.

Dalam sidang tesis tersebut,  ia mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan tim akademik yang terdiri atas Dr. Suhartini, S.T., M.T. sebagai pembimbing sekaligus penguji, serta Dr. Riny Sulistyowati, S.T., M.T. dan Dr. Lukmandono, S.T., M.T. sebagai penguji. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian akademik yang menunjukkan komitmen dalam menghasilkan riset yang tidak hanya memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga menjawab kebutuhan pembangunan nasional di sektor energi.

Penelitian yang dikembangkan ini lahir dari persoalan nyata yang masih dihadapi pengembangan PLTS di Indonesia. Meskipun Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari ketergantungan terhadap komponen impor, fluktuasi harga, keterlambatan pengadaan, hingga tingginya biaya operasional. Kondisi tersebut menyebabkan pengelolaan komponen PLTS sering kali tidak efisien dan berpotensi mengganggu keberlangsungan operasional pembangkit. Melihat kondisi tersebut, penelitian ini menawarkan sebuah model pengelolaan rantai pasok yang mampu meningkatkan stabilitas persediaan komponen sekaligus mendukung efisiensi operasional PLTS.

Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang lebih banyak membahas aspek teknis pembangkitan listrik atau efisiensi panel surya, penelitian ini menempatkan rantai pasok sebagai faktor strategis dalam keberhasilan pengembangan energi terbarukan. Model yang dikembangkan mengintegrasikan pendekatan Vendor Managed Inventory (VMI) dengan mempertimbangkan faktor teknologi, kesiapan pasar, dan biaya operasional sehingga mampu memberikan rekomendasi pengelolaan persediaan yang lebih efektif bagi pengelola PLTS. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antara pemasok dan pengguna, mengurangi risiko kekurangan komponen, serta menciptakan sistem pengelolaan yang lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan dan dinamika pasar.

Melalui pengembangan model tersebut, penelitian ini juga menghasilkan rekomendasi kebijakan pengelolaan persediaan yang mampu mendukung peningkatan efisiensi operasional, menjaga stabilitas ketersediaan komponen utama PLTS, serta membantu pengelola dalam mengambil keputusan yang lebih tepat terkait pengadaan dan pengelolaan stok. Model yang dihasilkan diharapkan dapat diterapkan sekaligus menjadi referensi bagi institusi pendidikan, industri, maupun pengembang PLTS di Indonesia dalam membangun sistem rantai pasok yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Kontribusi penelitian ini dinilai relevan dengan arah kebijakan nasional yang tengah mendorong percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan. Pengembangan PLTS tidak lagi hanya bergantung pada inovasi teknologi pembangkit, tetapi juga memerlukan sistem pendukung yang mampu menjamin ketersediaan komponen, efisiensi biaya operasional, dan keberlangsungan operasional pembangkit dalam jangka panjang. Karena itu, model rantai pasok yang dikembangkan membuka perspektif baru bahwa penguatan manajemen logistik dan persediaan merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan transisi energi Indonesia.

Prestasi tersebut semakin lengkap karena hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional terakreditasi SINTA 2, sehingga tidak hanya berhenti sebagai karya akademik di ruang sidang, tetapi juga telah memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang manajemen industri dan energi terbarukan. Keberhasilan menyelesaikan studi Cumlaude hanya dalam tiga semester, disertai publikasi ilmiah bereputasi, menjadi bukti bahwa riset yang dilakukan mampu menghasilkan solusi yang relevan terhadap tantangan nasional sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor energi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *