RumpikotaCom, Sidoarjo- Pisang Emas sebagai simbol kemakmuran dan keberkahan . Pisang yang berwarna kekuningan layaknya perhiasan emas. Masyarakat percaya karena dahulu kala pisang Emas hanya bisa dinikmati di kalangan keluarga raja, kerabat raja, dan tamu agung kerajaan. Rasa buahnya yang manis legit dan pulen selalu menjadi incaran masyarakat karena sulit mendapat di pasaran setiap waktu.
Beberapa hal yang menjadi penyebab kelangkaan pisang Emas:
-
Pertumbuhan pohon yang relatif lama
-
Bibit pohon yang sulit didapat
-
Budidaya sentra kebun hanya di dua tempat yaitu
-
Jogyakarta dan Solo- pisang Emas Kraton (warna kuning pekat-manis)
-
Lumajang, Jawa timur- pisang Mas Kirana (warna kuning terang- kurang manis)
-
Tunas batang muda mudah mati
-
Membutuhkan sinar matahari langsung untuk bertumbuh.
Menurut salah satu pekebun pisang Emas, Budi “saya membutuhkan waktu tiga tahun untuk mendapatkan buah pisang yang sesuai keinginan dapat berbuah lima sisir dalam satu tandan. Beratsatu sisir kisaran 1,5 kg. Saya sebelumnya menanam di dalam pagar rumah. Saat ini tunas pohon saya pindah ke halaman luar rumah baru pertumbuhan maksimal dengan pohon pendek dan daun lebar. Rutin memupuk dengan metode unik yaitu memakai urine yang difermentasi selama 3 bulan. Wilayah Sidoarjo bisa membeli bibit pohonnya dengan contact Instagram @sbudisutikno

Menurut Sena, salah satu warga perumahan di kawasan Sidoarjo lebih lanjut berucap, “pisang Mas Kraton bisa menangkal kekuatan jahat (mistis) yang tidak kasat mata yang menyerang seseorang jika ditanam di halaman rumah. Pertandanya adalah pohon mati dengan gejala patah dan tumbang ke tanah. Batang langsung berwarna hitam. Hal lain adalah seseorang yang memasang susuk di badannya saat sakratul maut akan kesulitan berpulang. Solusinya badannya disandarkan ke pohon pisang Emas dan akan langsung meninggal. Pohon menjadi mati, dan wajib dibersihkan dengan dipotong. Itulah yang pernah nenek ceritakan ke saya, ungkapnya dengan wajah serius.”
Masyarakat saat ini tetap mengidolakan baik yang Kraton maupun Kirana. Sebuah kebanggan tersendiri bisa mengkonsumsi dan menghidangkan pisang ini bagi para tamu. Seputar mitos yang berkembang tentang khasiat magisnya masih bertahan hingga kini diceritakan dari generasi ke generasi hingga saat ini. Sebuah warisan budaya lokal yang bisa menjadikan identitas bangsa.