Penulis: M. Irwansyah
RumpiKotaCom – Jakarta Pusat sebagai pusat pemerintahan seharusnya menjadi barometer kualitas pendidikan nasional. Dengan akses anggaran, infrastruktur perkotaan, dan kedekatan terhadap pusat kebijakan, publik tentu memiliki ekspektasi tinggi terhadap kualitas pendidikan di wilayah Jakarta Pusat.
Namun, harapan tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan realitas. Masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari ketimpangan fasilitas antar sekolah, efektivitas program pendidikan yang belum optimal, hingga implementasi kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan peserta didik.
Pendidikan tidak dapat diukur hanya dari banyaknya program atau agenda formal. Yang dibutuhkan masyarakat adalah dampak nyata berupa kualitas pembelajaran yang meningkat, fasilitas yang memadai, guru yang kompeten, serta sistem pendidikan yang adaptif terhadap tantangan zaman.
“Jakarta Pusat harus menjadi contoh, bukan justru menyisakan pekerjaan rumah di sektor pendidikan. Jika pusat ibu kota saja masih menghadapi persoalan mendasar, bagaimana daerah lain dapat menjadikan Jakarta sebagai rujukan,” ujar M. Irwansyah, Ketua PAC Menteng Pemuda Muslimin Indonesia.
Sudin Pendidikan Jakarta Pusat perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas kebijakan yang berjalan.
Pertama, pemerataan sarana dan prasarana pendidikan harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada kesenjangan kualitas fasilitas antar sekolah dalam satu wilayah administratif yang sama.
Kedua, program pendidikan harus lebih substantif dan terukur. Agenda seremonial tanpa dampak konkret hanya akan menghabiskan energi birokrasi tanpa memberikan perubahan berarti.
Ketiga, peningkatan kualitas tenaga pendidik harus dilakukan secara konsisten. Guru merupakan ujung tombak pendidikan, sehingga penguatan kapasitas mereka tidak boleh berhenti pada pelatihan administratif semata.
Keempat, transparansi penggunaan anggaran pendidikan perlu diperkuat agar publik mengetahui sejauh mana alokasi dana benar-benar berdampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
“Kritik ini bukan untuk menjatuhkan institusi, melainkan bentuk kepedulian agar pendidikan di Jakarta Pusat semakin berkualitas dan berdaya saing,” tegas Irwansyah.
Jakarta saat ini tengah bergerak menuju kota global. Namun, status kota global tidak hanya dibangun melalui infrastruktur modern dan pusat bisnis internasional.
“Kota global lahir dari kualitas manusianya, Dan kualitas manusia dibentuk melalui pendidikan yang kuat, merata, serta berorientasi masa depan,” ujar Irwansyah.
Karena itu, Sudin Pendidikan Jakarta Pusat harus memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak pada peningkatan kualitas peserta didik, bukan sekadar memenuhi target administratif.
Pendidikan bukan ruang pencitraan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan kota dan bangsa.
Jika Jakarta Pusat ingin menjadi wajah kemajuan Indonesia, maka sektor pendidikan harus dikelola dengan visi, keberanian melakukan evaluasi, serta komitmen menghadirkan keadilan pendidikan bagi seluruh masyarakat.












