RumpiKotaCom – Momentum 1 Juni, Hari Lahir Pancasila, menjadi refleksi mendalam bagi Zulfikar “Mat Peci”, advokat dan aktivis Jakarta yang dikenal vokal dalam isu kebangsaan dan keadilan sosial. Menurutnya, Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga kompas moral dan ideologis yang harus menuntun praktik hukum dan kehidupan berbangsa.
“Sebagai advokat, Pancasila adalah sumber nilai yang menjiwai setiap perjuangan hukum. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bukan hanya slogan, tapi mandat konstitusional yang wajib diwujudkan,” ujar Zulfikar dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (1/6).
Zulfikar menilai, di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus pragmatisme politik, semangat Pancasila harus terus dihidupkan dalam tindakan nyata. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial harus menjadi fondasi dalam setiap kebijakan publik dan penegakan hukum.
“Pancasila bukan dokumen mati. Ia hidup dalam sikap, dalam keberpihakan terhadap yang lemah, dan dalam keberanian menegakkan kebenaran,” tegasnya.
Sebagai Ketua KAHMI Jakarta Pusat dan Dewan Pembina PP.KMHI, Zulfikar juga mengajak generasi muda hukum untuk menjadikan Pancasila sebagai inspirasi perjuangan intelektual dan moral. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran hukum yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan, bukan sekadar pada teks undang-undang.
“Momentum 1 Juni harus menjadi pengingat bahwa advokat bukan hanya pembela klien, tetapi juga penjaga nurani bangsa,” tambahnya.
Zulfikar menutup refleksinya dengan seruan agar seluruh elemen masyarakat menjadikan Pancasila sebagai panduan dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan hukum. “Selama Pancasila tetap di dada dan di kepala, Indonesia akan selalu punya arah,” pungkasnya










