RumpiKota.Com– Aksi penjambretan kembali terjadi di Jalan Raya Bekasi arah Terminal Pulo Gadung, tepatnya di depan sebuah toko bangunan, Rabu (21/01/2026). Pelaku diduga merupakan sindikat terorganisir yang sudah berpengalaman dalam melancarkan aksinya.
Peristiwa tersebut dialami oleh seorang pengendara mobil yang menjadi korban modus penipuan di jalan. Menurut keterangan korban, pelaku yang mengendarai sepeda motor berusaha menghentikan kendaraan korban dengan dalih roda mobil mengalami masalah. Karena panik, korban menepikan kendaraan dan turun untuk memeriksa bagian belakang mobil.
Namun saat korban berada di belakang kendaraan, pelaku lain dengan cepat membuka pintu depan penumpang dan mengambil sebuah ransel berisi laptop serta dokumen kerja, juga sebuah tas pinggang berisi telepon genggam dan barang berharga lainnya. Aksi ini terekam jelas oleh kamera CCTV milik toko bangunan di lokasi kejadian.
Dalam rekaman tersebut terlihat sedikitnya empat orang pelaku dengan peran berbeda. Satu pelaku beraksi mengambil barang, satu pelaku berjaga di bagian depan mobil, satu pelaku mengawasi dari sisi kanan, dan satu pelaku lainnya bersiap melarikan diri. Hal ini menguatkan dugaan bahwa penjambretan dilakukan secara terencana dan terkoordinasi.
Korban baru menyadari kehilangan tas kerjanya setelah diberi tahu oleh seorang tukang parkir di sekitar lokasi, yang sempat berusaha menghentikan pelaku namun tidak berhasil karena kejadian berlangsung sangat cepat.
Pasca kejadian, korban telah membuat laporan resmi ke Polres Jakarta Timur. Namun hingga berita ini diturunkan, korban mengaku belum mendapatkan respons atau tindak lanjut yang serius dari pihak kepolisian. Padahal, bukti pendukung berupa rekaman CCTV dan keterangan saksi telah disampaikan saat pelaporan.
Kawasan Jalan Raya Bekasi menuju Pulo Gadung diketahui kerap menjadi lokasi kejadian penjambretan dengan modus serupa. Warga menilai minimnya pengawasan dan patroli membuat pelaku kejahatan semakin berani beraksi, bahkan pada jam-jam sibuk.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika ada orang tak dikenal yang meminta pengendara untuk berhenti di jalan. Warga juga berharap aparat kepolisian, khususnya Polres Jakarta Timur, dapat menindaklanjuti laporan masyarakat secara cepat dan serius guna memberikan rasa aman serta mencegah terulangnya kasus serupa.




