RumpiKotaCom, Jakarta – PT Karcher Indonesia memperkenalkan konsep Preventive, Daily, Interim, Restorative (PDIR) sebagai pendekatan pengelolaan kebersihan untuk membantu meningkatkan efisiensi operasional di sektor hospitality. Konsep tersebut diperkenalkan dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Head of Sales Professional PT Karcher Indonesia Heru Kurniawan mengatakan pengelolaan kebersihan kini menjadi bagian penting dalam operasional industri perhotelan. Selain menjaga kenyamanan tamu, strategi pembersihan yang tepat juga dinilai dapat menekan biaya pemeliharaan aset dalam jangka panjang.
“Selama ini proses pembersihan sering dilakukan ketika kotoran sudah muncul. Padahal jika dilakukan secara preventif sebelum kotoran masuk ke dalam area properti, biaya perawatan di kemudian hari dapat ditekan,” kata Heru.
Menurut dia, konsep PDIR mengedepankan empat tahapan pembersihan yang saling terintegrasi, yakni Preventive (pencegahan), Daily (pembersihan harian), Interim (pembersihan berkala), dan Restorative (pembersihan menyeluruh).
Tahap preventive difokuskan pada pembersihan area luar bangunan, seperti area parkir, jalur masuk, teras, hingga akses menuju gedung, agar kotoran tidak terbawa ke dalam ruangan. Langkah ini dinilai mampu mengurangi beban pembersihan pada area dalam sekaligus menjaga kondisi lantai dan fasilitas bangunan.
Sementara itu, pembersihan harian dilakukan untuk mempertahankan standar kebersihan serta mencegah kerusakan pada berbagai permukaan akibat kotoran yang menumpuk. Adapun pembersihan berkala bertujuan mengurangi kebutuhan pembersihan menyeluruh yang membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya lebih besar.
Tahap terakhir, yakni restorative, dilakukan untuk mengembalikan kondisi lantai maupun permukaan lainnya agar mendekati kondisi semula. Menurut Heru, kebutuhan terhadap tahap ini dapat diminimalkan apabila tiga tahapan sebelumnya dijalankan secara konsisten.
Ia menilai penerapan metode PDIR dapat membantu pelaku usaha menyusun strategi pemeliharaan fasilitas secara lebih efektif. Berdasarkan pengalaman perusahaan, penerapan konsep tersebut berpotensi menekan biaya operasional kegiatan pembersihan sekitar 10 hingga 20 persen.
“Kami tidak hanya menawarkan peralatan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai metode pembersihan yang sesuai agar investasi yang dilakukan pelanggan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Dalam pameran tersebut, perusahaan juga memperkenalkan sejumlah perangkat pembersih berbasis battery platform, yakni teknologi yang memungkinkan satu baterai digunakan pada beberapa jenis mesin pembersih.
Menurut Heru, penggunaan teknologi baterai memberikan fleksibilitas lebih tinggi dibandingkan mesin berkabel karena operator tidak perlu berpindah-pindah mencari sumber listrik saat bekerja.
“Dengan sistem baterai, produktivitas pekerjaan dapat meningkat karena proses pembersihan menjadi lebih praktis. Selain itu, penggunaan energi juga lebih efisien sehingga dapat membantu menekan biaya operasional,” katanya.
Ia mengakui industri jasa kebersihan di Indonesia masih menghadapi tantangan karena metode pembersihan manual masih cukup dominan, sementara pasar juga diwarnai produk dengan harga yang lebih kompetitif. Meski demikian, perusahaan melihat kebutuhan terhadap teknologi pembersihan yang lebih efisien terus meningkat, terutama di sektor hospitality dan industri.
Heru mengatakan kinerja perusahaan pada semester pertama 2026 masih mencatat pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ia optimistis tren tersebut berlanjut pada semester kedua yang selama ini menjadi periode penjualan terbesar.
Dari sisi pasar, sekitar 80 persen permintaan produk perusahaan masih berasal dari Pulau Jawa, terutama Jakarta dan Jawa Timur. Sementara Bali, Lombok, dan Sumatera dinilai menjadi wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan seiring perkembangan industri pariwisata dan perhotelan.
Menurut Heru, meski pembangunan hotel baru pada tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya, prospek industri hospitality di Indonesia masih dinilai positif.
“Kebutuhan akan pengelolaan kebersihan yang efisien akan terus meningkat. Karena itu, pendekatan yang terencana menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga kualitas layanan sekaligus efisiensi operasional,” ujarnya.
