RumpiKotaCom– Sanggar Agung temple Kenjeran Park berlokasi di jalan Sukolilo no 100 Sukolilo Baru, Kecamatan Pantai Kenjeran, Surabaya Jawa Timur 60122. Tiket masuk motor Rp 15.000 (jumat-minggu) dan Rp 10.000 (senin-kamis). Mobil dikenakan Rp 25.000 (Jumat-minggu) dan Rp 20.000 (senin- kamis). Area parkir depan Sanggar Agung Rp 3.000/motor dan Rp 5.000/mobil. “Sanggar Agung merupakan tempat peribadatan untuk berbagai aliran kepercayaan diantaranya Budha, Tao, Konghucu, Hindu.” Ucap Hendrik, salah satu umat Konghucu.
Area parkir banyak tersebar beberapa lapak pedagang kaki lima meliputi:
- Pedagang kuliner khas Kenjeran yaitu lontong kupang, lontong balap, degan, dan teh.
- Pedagang kue lekker- best seller, banyak pembeli sampai antri.
- Pedagang kripik keliling
- Pedagang burung Emprit.
Tempat peribadatan Sanggar Agung memiliki arsitektur bangunan akulturasi dari Tiongkok-China, Thailand, Bali, dan Jawa.
Lokasi Peribadatan sanggar Agung terbagi menjadi 2 lokasi yang berbeda berada di sebelah kanan dan kiri jalan raya yaitu:
- Kanan jalan ikonik Sanggar Agung adalah patung Dewi Kwan Im setinggi 20 meter di tepi laut. Kwan Im diapit oleh Longtio dan Sancai, 4 maharaja langit dan sepasang naga surgawi setinggi 6 meter. Kwan Im terkenal karena belas kasih dan kemampuan menolong orang yang kesusahan, kesembuhan anak, dan kelancaran usaha sehingga banyak orang berdoa kepadanya. (sumber Google)
- Kiri jalan ikonik adalah Brama 4 rupa yang menghadap empat sisi mata angin yaitu kesehatan, jodoh, rejeki, dan keselamatan. Keempat wajah Brama 4 rupa masing-masing terdapat sosok patung Gajah berwarna putih yang kakinya menapaki bunga Teratai. Berada dalam satu area berdekatan. Terdapat patung Dewa Ganesha yang terkenal dalam agama Hindu sebagai dewa pengetahuan dan kecerdasan, dewa pelindung, dewa penolak bala, dan dewa kebijaksanaan. (Wikipedia,org)

Menurut Samsiah, petugas kebersihan, “area Sanggar Agung rutin dibersihkan setiap hari dan pengurus membeli dari luar negeri kalung dipakai Ganesha dan Brama 4 rupa.”
Sanggar Agung di kanan jalan diawali dengan gapura besar dengan seorang satpam berjaga. Dua pintu masuk terpisah antara pengunjung dan umat oleh karena itu umat melewati jalan tengah. Khusus pengunjung lewat pintu samping sesuai dengan intruksi arah yang ditempel di sayap sisi kiri gedung. Keseluruhan bangunan berada di kawasan hutan bakau yang menjadi tempat tinggal berbagai hewan laut. Hewan misalnya burung bangau, kepiting dan ikan gelodok. Area luar menghadap tepi laut juga terdapat altar sembayang dewa perang “Kwan Kong di sisi kanan dan tumpukan meja kayu di sebelahnya. Namun, sisi kiri terdapat panggung kecil dan tumpukan kursi.
Area kiri jalan dapat dimasuki oleh pengunjung dan umat melewati pintu tengah, pintu yang terbentuk seperti pagar keliling yang terlihat bentuk patung dari luar. Menurut Rozi, tukang parkir mengabdi selama 4 tahun, “burung emprit yang dijual di area parkir akan dilepaskan oleh umat sebagai sarana membuang sial.” Patung Brama 4 rupa mendapat rekor Muri karena memiliki ukuran terbesar di Indonesia. (Wikipedia.org). Umat akan bersembayang di kedua sisi gedung yang terpisah jalan raya baik kanan dan kiri dengan membawa hio (dupa berbentuk sapu lidi).




