RumpiKota.com, Ciamis — Sebuah bangunan serbaguna yang terdiri atas rumah tinggal dan beberapa ruang usaha di kawasan permukiman padat Kabupaten Ciamis dilalap api pada Kamis (16/7/2026). Beruntung, kebakaran berhasil dikendalikan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis sebelum merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan warga yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah warga berupaya melakukan pemadaman awal sembari menghubungi petugas Damkar agar kobaran api tidak semakin meluas.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis, R. Ega Anggara Al K., S.H., M.M., mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai kebakaran tersebut.
“Begitu menerima informasi adanya kebakaran, kami segera mengirim personel ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan proses pendinginan. Alhamdulillah api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas dan tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar Ega saat ditemui di lokasi kejadian.
Dalam penanganan kebakaran itu, Damkar Kabupaten Ciamis mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran yang didukung enam armada tangki suplai air dari berbagai instansi. Kolaborasi tersebut mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke bangunan lain di kawasan permukiman.
Diduga Berasal dari Kompor yang Ditinggal Menyala

Berdasarkan hasil penanganan sementara, petugas menduga kebakaran dipicu oleh kompor yang masih menyala saat digunakan memasak oleh penghuni rumah bernama Dia Sadiah (70).
Saat kejadian berlangsung, terdapat dua orang yang berada di dalam bangunan. Seorang penghuni berada di ruang studio foto, sementara Dia Sadiah berada di bagian rumah lainnya.
Api diduga mulai membesar setelah kompor yang digunakan untuk memasak ditinggalkan tanpa pengawasan. Kobaran api kemudian dengan cepat menyambar bagian bangunan lain yang saling terhubung hingga menghanguskan sebagian kompleks bangunan.
“Informasi sementara, titik api berasal dari kompor yang digunakan salah seorang penghuni rumah. Dugaan awal karena kompor ditinggalkan saat memasak sehingga api membesar. Namun penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan setelah proses pendinginan selesai,” jelas Ega.
Meski sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri. Dia Sadiah kemudian dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami syok ringan. Petugas memastikan korban tidak mengalami luka bakar maupun cedera serius.
Tiga Unit Usaha Turut Terdampak Kebakaran

Selain merusak bagian rumah tinggal, kebakaran juga berdampak pada sejumlah tempat usaha yang berada dalam satu kompleks bangunan.
Sedikitnya tiga unit usaha ikut terdampak, yakni gudang ekspedisi JNE, sebuah fitness center, serta rumah di bagian belakang yang difungsikan sebagai ruko atau tempat usaha.
Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan pendataan terhadap luas area yang terbakar sekaligus menghitung total kerugian material akibat peristiwa tersebut.
Di tengah kepanikan, warga sekitar berinisiatif melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas Damkar tiba di lokasi. Langkah cepat tersebut dinilai membantu menghambat penyebaran api ke bangunan lain yang berada di kawasan permukiman padat.
Salah seorang warga, Ani Randiani, mengatakan kobaran api pertama kali diketahui oleh masyarakat yang kemudian langsung berteriak meminta pertolongan.
“Yang terbakar itu bangunan bagian belakang. Bangunannya memang dibagi menjadi beberapa ruangan yang disewakan. Warga langsung membantu sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran,” tuturnya.
Menurut Ani, cepatnya laporan yang disampaikan kepada petugas menjadi salah satu faktor penting sehingga kebakaran dapat segera ditangani sebelum menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.
Damkar Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Usai proses pemadaman, Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, R. Ega Anggara Al K., S.H., M.M., mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama selama musim kemarau.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, memastikan instalasi listrik tetap aman, menghindari pembakaran sampah secara sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar.
Selain itu, warga juga dianjurkan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) maupun sarana sederhana seperti pasir atau cadangan air sebagai langkah penanganan awal apabila terjadi kebakaran.
“Kami mengajak masyarakat lebih berhati-hati saat menggunakan kompor maupun instalasi listrik. Pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menghindari kebakaran. Jika melihat adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” tegasnya.
Dua Kebakaran Lain Terjadi Sehari Sebelumnya
Peristiwa kebakaran di bangunan serbaguna tersebut menambah daftar kejadian kebakaran yang ditangani Damkar Kabupaten Ciamis dalam dua hari terakhir.
Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan pada Rabu (15/7/2026) pihaknya juga menangani dua kebakaran di lokasi berbeda. Menurutnya, respons cepat petugas bersama bantuan warga berhasil mencegah api meluas ke bangunan lain.
Kebakaran pertama terjadi di Lingkungan Yudanagara, Kelurahan Sindangrasa. Sebagian kamar rumah milik Ade Dira terbakar setelah bara puntung rokok diduga menyulut tumpukan kapuk yang sedang dibongkar.
Petugas menerima laporan pada pukul 15.28 WIB dan tiba di lokasi sekitar tiga menit kemudian. Dengan mengerahkan empat personel serta satu unit mobil pemadam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.55 WIB.
“Tidak ada korban jiwa. Sebagian kamar berukuran sekitar 2 x 3 meter terbakar dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp5 juta,” kata Budi.
Beberapa jam kemudian, kebakaran kembali terjadi di Dusun Bunirasa, Desa Pawindan. Kali ini, api menghanguskan bangunan semi permanen yang digunakan sebagai tempat produksi kopra.
Menurut Budi, kebakaran diduga dipicu oleh tungku pemanas atau tapas yang digunakan dalam proses produksi. Setelah pemilik meninggalkan lokasi, asap tebal terlihat keluar dari dalam bangunan sebelum api membesar dan membakar tumpukan kopra.
Damkar menerima laporan pada pukul 16.30 WIB dan tiba sekitar lima menit kemudian dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam beserta delapan personel. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.40 WIB.
Akibat kejadian tersebut, bangunan berukuran 5 x 7 meter hangus terbakar dengan estimasi kerugian mencapai Rp150 juta. Selain kerugian material, seorang warga bernama Ii Ibadi Rohman mengalami luka robek di tangan akibat terkena pecahan kaca saat membantu memadamkan api sebelum petugas datang.
Budi mengapresiasi kesigapan masyarakat yang segera melaporkan setiap kejadian kebakaran kepada petugas. Menurutnya, kecepatan penyampaian informasi sangat berpengaruh terhadap upaya pencegahan agar api tidak meluas.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan dan selalu memastikan api benar-benar padam, baik di rumah maupun di tempat usaha. Langkah sederhana tersebut dapat mencegah kerugian yang jauh lebih besar,” pungkasnya.
Sumber: