RumpikotaCom, Sidoarjo Doa midodareni mengiringi kelancaran proses pernikahan merupakan tradisi turun temurun. Keluarga calon mempelai melaksanakan acara ini sehari sebelum pernikahan esok hari. Kedua pengantin meminta restu kepada keluarga, saudara, dan umat demi kelancaran pernikahan. Upaya mengalkulturasi budaya Jawa untuk mendoakan calon pengantin agar mendapat kesiapan batin, ketenangan, dan kelancaran.
Adapun susunan ibadat yaitu
-
Lagu pembukaan
Puji- pujian untuk mengawali doa
-
Tanda salib dan salam
Pemimpin ibadat membuka dengan tanda salib.
-
Doa pembuka
Memohon kehadiran Tuhan dan berkat bagi pengantin.
-
Bacaan kitab suci
Membaca potongan ayat pilihan.
-
Homili
Mengacu kepada nasehat pernikahan.
-
Doa Umat
Permohonan khusus untuk mempelai, keluarga, dan tamu.
-
Berkat penutup
Doa penutup dan bermohonan berkat oleh pemimpin ibadat.
Saat ini saya berkesempatan secara langsung mengikuti acara Ibadat Malam Midodareni calon pasangan pengantin Maria Kartika dan Antonius Danny. Sesi Homili pemimpin Ibadat, Widodo sempat melontarkan beberapa pertanyaan yang dijawab dengan sigap oleh calon pengantin Pria, Danny, “kami berpacaran selama 3 tahun dan memutuskan menikah saat ini. Saya hari ini bersama keluarga juga melaksanakan seserahan kepada calon pengantin wanita sebelum acara doa tadi. Barang yang kami bawa meliputi jajanan pasar, pisang, perhiasan, patung keluarga kudus (Bunda Maria), dan kitab suci serta salib. Esok kami melangsungkan acara misa di gereja Santo Yusuf Karangpilang Surabaya. Acara resepsi di gedung pertemuan di GayungSari.”

Saat doa berlangsung, calon pengantin wanita dipinggit/ tidak keluar rumah, hingga saat esok acara esok bertemu di misa gereja. Keluarga melaksanakan di kediaman orangtua calon mempelai wanita dengan sejumlah tenda dan kursi yang berjajar di depan rumah.
pemimpin ibadat menutup dengan doa makan bersama, menjamu para keluarga dan tamu undangan yang berkenan hadir. Semua pihak bergembira dan memberikan ucapan dan doa kepada orangtua dan calon mempelai. Semua berharap acara besok bisa berlangsung dengan hikmat dan lancar sesuai harapan. Tradisi Midodareni pada budaya Jawa mengandung makna spesial. Para bidadari turun dari kayangan untuk bertandang ke rumah calon mempelai Para bidadari akan mempercantik calon mempelai perempuan. Warisan budaya ini memberikan rasa percaya diri kepada wanita untuk esok tampil maksimal di hari bahagia mereka.
Gereja Katolik mengadopsi budaya setempat untuk menghormati masyarakat lokal. Berkembangnya umat Katolik di seluruh dunia salah satunya karena mengakulturasi budaya setempat untuk merangkul umat dengan cara yang humanis.